Sejarah penemuan dan eksplorasi Mars: dari astronom kuno hingga misi modern

stok.adobe.com

Mars adalah salah satu planet paling misterius dan menarik di tata surya. Disebut Planet Merah karena warnanya yang berkarat akibat oksida besi di permukaannya. Mars adalah planet keempat dari Matahari dan terbesar kedua setelah Merkurius. Diameternya sekitar 6800 km, sekitar 2 kali lebih kecil dari diameter Bumi. Mars memiliki 2 satelit kecil – Phobos dan Deimos, yang mirip dengan asteroid.

Umat ​​​​manusia selalu tertarik pada Mars, karena Mars adalah planet terdekat dengan Bumi yang berpotensi memiliki kehidupan. Mars dikenal oleh peradaban kuno, yang mengamatinya dengan mata telanjang dan memberinya nama berbeda. Seiring berjalannya waktu, para astronom telah meningkatkan instrumen dan metode mereka untuk menjelajahi Mars, menemukan lebih banyak lagi rahasianya. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana penemuan dan studi Mars terjadi dari zaman dahulu hingga saat ini.

 

Penemuan planet Mars

Pembentukan dan usia planet Mars

Menurut data ilmiah modern, planet Mars terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu sebagai akibat kompresi debu dan gas kosmik di sekitar Matahari. Proses ini disebut akresi dan mengarah pada terbentuknya semua planet di tata surya.

Mars, seperti Bumi, telah mengalami banyak tabrakan dengan benda lain, yang memengaruhi bentuk, struktur, dan iklimnya. Salah satu tabrakan tersebut, yang terjadi sekitar 4,1 miliar tahun lalu, menciptakan kawah Borealis yang sangat besar, yang menempati hampir separuh belahan bumi utara Mars. Tabrakan lainnya terjadi sekitar 4 miliar tahun lalu, melepaskan material vulkanik yang membentuk gunung tertinggi di tata surya, Olympus Mons. Ketinggiannya mencapai 22 km, 3 kali lipat dari Everest.

 

Asal usul nama planet Mars

Nama planet Mars diambil dari nama dewa perang Romawi, karena warna merahnya dikaitkan dengan darah dan pertempuran. Orang Yunani kuno menyebut planet ini Ares, sesuai dengan nama dewa perang mereka. Orang lain juga memberi nama berbeda pada Mars terkait warna atau karakternya. Misalnya orang Mesir memanggilnya Ger-desher yang artinya “merah”, orang Babilonia – Nergal yang artinya “dewa api dan kehancuran”, orang Hindu – Angaraka yang artinya “berapi-api”, orang Cina – Huohsin yang artinya "bintang yang berapi-api".

 

Tanggal pengamatan teleskopik pertama Mars

Pengamatan teleskopik pertama terhadap Mars dilakukan oleh astronom Italia Galileo Galilei pada tahun 1610. Dia menggunakan teleskop buatannya, yang memungkinkan dia memperbesar objek sebanyak 20 kali. Galileo memperhatikan bahwa Mars memiliki fase, seperti halnya Bulan, yaitu berubah bentuk tergantung posisinya relatif terhadap Matahari dan Bumi.

 

Posisi orbit planet Mars

Planet Mars terletak pada jarak sekitar 228 juta kilometer dari Matahari dan memiliki kecepatan orbit rata-rata sekitar 24 km/s. Orbitnya berbentuk elips, sehingga jarak antara Mars dan Matahari bervariasi sepanjang tahun. Jarak minimum yang disebut perihelion adalah sekitar 207 juta kilometer, dan maksimum yang disebut aphelion adalah sekitar 249 juta kilometer. Periode orbit Mars, yaitu waktu yang dibutuhkannya untuk melakukan satu kali revolusi mengelilingi Matahari, sama dengan 687 hari Bumi, yang hampir sama dengan dua tahun Bumi.

 

Visibilitas planet Mars di langit malam

Planet Mars adalah salah satu objek paling terang di langit malam. Jarak pandangnya bergantung pada posisinya relatif terhadap Bumi dan Matahari. Ketika Mars berada di sisi berlawanan dari Matahari, ia mencapai kecemerlangan maksimumnya dan disebut oposisi Mars. Saat ini terlihat sepanjang malam dan berwarna kuning-oranye. Jika Mars berada pada sisi yang sama dengan Matahari, ia disebut Mars konjungsi dan hampir tidak terlihat karena menyatu dengan sinar matahari. Saat ini warnanya merah muda pucat. Oposisi Mars terjadi kira-kira setiap 26 bulan sekali, dan konjungsi terjadi kira-kira setiap 15 bulan sekali.

Sejarah penemuan dan eksplorasi Mars: dari astronom kuno hingga misi modern

stok.adobe.com

 

Eksplorasi Mars pada abad 17-18

Pengamatan teleskopik pertama Mars pada zaman kuno dan Abad Pertengahan

Meskipun Mars telah dikenal oleh peradaban kuno, pengamatan teleskopik terhadap Mars baru dimulai pada abad ke-17, ketika teleskop ditemukan. Sebelumnya, para astronom mengamati Mars dengan mata telanjang dan mencatat pergerakannya melintasi langit berbintang. Mereka menyusun katalog dan tabel posisi Mars, yang digunakan untuk astrologi dan kalender. Misalnya, orang Babilonia kuno mengamati Mars sejak abad ke-7 SM dan menciptakan model matematika pertama dari pergerakannya.

Orang Yunani kuno seperti Ptolemeus, Aristoteles, dan Hipparchus juga mempelajari Mars dan mencoba menjelaskan gerakan mundurnya, yaitu gerakan mundurnya melintasi langit berbintang. Mereka mengusulkan agar Mars bergerak dalam lingkaran kecil, yang disebut epicycles, mengelilingi lingkaran yang lebih besar, yang disebut deferents, yang kemudian berputar mengelilingi Bumi. Model ini disebut geosentris dan mendominasi astronomi hingga abad ke-16.

 

Penemuan Galileo Galilei

Astronom pertama yang menggunakan teleskop untuk mengamati Mars adalah Galileo Galilei. Dia melakukan pengamatan pertamanya pada tahun 1610 dan mencatat bahwa Mars memiliki fase, sama seperti Bulan. Ini merupakan penemuan penting karena mendukung model heliosentris tata surya yang dikemukakan oleh Nicolaus Copernicus, di mana planet-planet berputar mengelilingi Matahari, bukan Bumi.

Galileo juga mencoba mengukur ukuran dan jarak Mars, namun hasilnya tidak akurat karena buruknya kualitas teleskopnya dan sulitnya menentukan paralaks, yaitu perpindahan sudut planet jika diamati dari berbagai titik di Bumi. Galileo terus mengamati Mars hingga tahun 1638, ketika dia kehilangan penglihatannya.

 

Penemuan astronom lain (Jan Hevelius, Giovanni Cassini)

Setelah Galileo, astronom lain juga menggunakan teleskop untuk menjelajahi Mars dan membuat penemuan baru. Misalnya, astronom Belanda Jan Hevelius membuat peta rinci pertama Mars pada tahun 1659, di mana ia menguraikan area gelap dan terang di permukaan planet. Ia juga memberi nama-nama yang berkaitan dengan geografi bumi, seperti Arab, Libya, Suriah, dll. Ia juga mengukur periode rotasi Mars pada porosnya, yaitu 24 jam 37 menit 22 detik. Nilai tersebut sangat mendekati nilai modern yaitu 24 jam 37 menit 23 detik.

Astronom penting lainnya yang mempelajari Mars adalah Giovanni Cassini dari Italia. Ia menemukan pada tahun 1666 bahwa Mars memiliki kemiringan sumbu sekitar 25 derajat. Artinya, Mars memiliki musim seperti Bumi, namun lebih panjang karena periode orbitnya lebih panjang. Cassini juga menentukan jarak Mars dan Bumi menggunakan paralaks dan memperoleh nilai sekitar 140 juta kilometer, dua kali lipat dari Galileo.

Sejarah penemuan dan eksplorasi Mars: dari astronom kuno hingga misi modern

stok.adobe.com

 

Eksplorasi Mars pada abad ke-19

Penemuan satelit Mars

Salah satu penemuan paling signifikan dalam sejarah penjelajahan Mars adalah penemuan dua satelitnya – Phobos dan Deimos. Penemuan ini dilakukan oleh astronom Amerika Asaph Hall pada tahun 1877 menggunakan refraktor berukuran 66 sentimeter yang terletak di Observatorium Washington.

Hall mencari bulan-bulan Mars setelah astronom Perancis Camille Flammarion menyatakan bahwa bulan-bulan tersebut mungkin ada. Hall menamai bulan-bulan tersebut dengan nama putra Mars dalam mitologi Yunani – Phobos, dewa ketakutan, dan Deimos, dewa teror.

Phobos merupakan satelit terdekat dengan Mars, jaraknya dari planet ini sekitar 6000 km, dan diameternya sekitar 22 km. Deimos lebih jauh dari Mars, jaraknya dari planet ini sekitar 20.000 km, dan diameternya sekitar 12 km. Kedua bulan tersebut berbentuk tidak beraturan dan menyerupai asteroid. Mereka berputar mengelilingi Mars lebih cepat daripada planet pada porosnya, sehingga mereka terbit dan terbenam di langit dua kali sehari.

 

Mendeteksi saluran di Mars

Penemuan terkenal lainnya pada abad ke-19 adalah penemuan kanal di Mars. Penemuan ini dilakukan oleh astronom Italia Giovanni Schiaparelli pada tahun 1877 ketika ia mengamati Mars pada masa oposisinya. Schiaparelli melihat garis-garis tipis di permukaan Mars, yang disebutnya “saluran” (Italia canali), yang berarti “alur” atau “aliran”. Dia berpendapat bahwa ini mungkin aliran air alami atau buatan, yang menunjukkan adanya kehidupan di planet ini.

Schiaparelli menyusun peta Mars, di mana ia menandai sekitar 40 saluran, memberinya nama yang terkait dengan mitologi dan sejarah, seperti Gangga, Nil, Firaun, Eridanus, dll.

Penemuannya menimbulkan minat dan kontroversi yang besar di dunia ilmiah. Banyak astronom telah mencoba mengkonfirmasi atau menyangkal keberadaan kanal di Mars, namun tidak semua orang dapat melihatnya karena rendahnya resolusi teleskop atau gangguan atmosfer.

Salah satu pendukung teori kanal yang paling terkenal adalah astronom Amerika Percival Lowell, yang pada tahun 1894 mendirikan observatoriumnya sendiri di Arizona khusus untuk mempelajari Mars. Ia mengamati Mars selama 15 tahun dan menggambar lebih dari 500 kanal, yang ia anggap sebagai bukti keberadaan peradaban maju di planet tersebut. Dia juga menulis beberapa buku yang menjelaskan teori dan fantasinya tentang penduduk Mars yang membangun kanal untuk mengairi tanah gersang mereka. Buku-bukunya menjadi populer dan menginspirasi banyak penulis fiksi ilmiah seperti H.G. Wells, Ray Bradbury, Arthur C. Clarke, dan lain-lain.

Namun, pada abad ke-20, teori kanal di Mars dibantah oleh teleskop dan pesawat ruang angkasa yang lebih canggih, yang tidak menemukan jejak air atau kehidupan di planet tersebut. Ternyata saluran-saluran tersebut hanyalah ilusi yang disebabkan oleh distorsi optik, faktor psikologis, dan kurangnya pengetahuan tentang topografi Mars. Faktanya, permukaan Mars hanya memiliki bentang alam alami seperti lembah, saluran, punggung bukit, dan gunung berapi, yang dapat memberikan tampilan struktur linier pada resolusi rendah.

 

Publikasi peta pertama Mars

Pada tahun 1877, tahun yang sama ketika Schiaparelli menemukan kanal di Mars, peta Mars pertama berdasarkan pengamatan teleskopik diterbitkan. Peta ini disusun oleh astronom Perancis Camille Flammarion, yang merupakan pendukung teori kanal dan kehidupan di Mars. Dia menggunakan data yang diperoleh dari Schiaparelli dan astronom lainnya dan menggambar peta yang menunjukkan lokasi saluran, lautan, benua, dan pulau-pulau di Mars. Ia juga memberi mereka nama-nama yang berkaitan dengan mitologi, sejarah dan sastra, seperti Atlantis, Eden, Utopia, El Dorado, dll.

Petanya beredar luas dan mempengaruhi opini publik tentang Mars. Namun, petanya juga tidak akurat dan fantastis, karena ia tidak memperhitungkan topografi dan iklim planet yang sebenarnya. Misalnya, ia menggambarkan hamparan luas air di Mars yang sebenarnya tidak ada, dan memberinya warna yang tidak sesuai dengan kenyataan. Petanya segera dibantah oleh peta yang lebih akurat yang disusun oleh astronom lain seperti Eugene Michel Antoniadi, Edward Emerson Barnard dan William Wallace Campbell.

 

Penemuan astronom lainnya

Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para astronom terus mempelajari Mars dan membuat penemuan-penemuan baru. Misalnya, pada tahun 1892, astronom Amerika William Henry Pickering menemukan bahwa Mars memiliki atmosfer yang sebagian besar terdiri dari karbon dioksida. Ia juga mengukur tekanan atmosfer di Mars, yakni sekitar 6 milibar, 160 kali lebih kecil dibandingkan di Bumi.

Pada tahun 1909, astronom Amerika Carl Lamont menemukan bahwa Mars memiliki tutup kutub yang ukurannya berubah tergantung musim. Dia berpendapat bahwa mereka terdiri dari es dan salju, tetapi kemudian ditentukan bahwa mereka juga mengandung es kering, yaitu karbon dioksida beku.

Pada tahun 1911, astronom Amerika Vinello Sleifer menemukan bahwa Mars memiliki medan magnetnya sendiri, namun sangat lemah dan tidak mampu melindungi planet ini dari angin matahari.

Pada tahun 1924, astronom Amerika John Adam Fleming menemukan bahwa Mars memancarkan gelombang radio yang dapat dideteksi di Bumi. Dia menduga hal ini mungkin disebabkan oleh aktivitas listrik di atmosfer Mars atau kemungkinan sinyal dari peradaban Mars. Namun belakangan diketahui bahwa gelombang radio berasal dari radiasi termal permukaan Mars dan tidak membawa informasi apapun.

Sejarah penemuan dan eksplorasi Mars: dari astronom kuno hingga misi modern

stok.adobe.com

 

Eksplorasi Mars pada abad ke-20

Menjelajahi Mars menggunakan spektrometer

Pada abad ke-20, para astronom mulai menggunakan metode dan instrumen baru untuk menjelajahi Mars, yang memungkinkan mereka memperoleh informasi yang lebih akurat dan mendetail tentang planet tersebut. Salah satu instrumen tersebut adalah spektrometer, yang mengukur spektrum cahaya yang dipantulkan atau dipancarkan oleh suatu benda. Spektrum cahaya berisi informasi tentang komposisi kimia, suhu, tekanan dan sifat-sifat lain dari suatu benda.

Dengan menggunakan spektrometer, para astronom dapat menentukan bahwa tidak ada oksigen bebas, air, atau bahan organik di Mars, yang menunjukkan bahwa Mars tidak cocok untuk kehidupan. Mereka juga mampu mengidentifikasi keberadaan unsur-unsur di Mars seperti besi, magnesium, aluminium, silikon, kalsium, natrium, dll.

Para astronom juga menemukan bahwa Mars memiliki lapisan ozon yang menyerap radiasi ultraviolet dari matahari, namun sangat tipis dan tidak efektif.

Spektrometri juga memungkinkan untuk mempelajari dinamika atmosfer Mars, suhu, tekanan, angin, awan, badai debu, dan fenomena lainnya.

 

Upaya pertama untuk mencapai Mars

Pada abad ke-20, tidak hanya para astronom, tetapi juga ilmuwan, insinyur, dan peneliti yang tertarik dengan Mars dan mencoba mencapainya menggunakan pesawat luar angkasa. Upaya pertama dilakukan pada tahun 1960-an, ketika Uni Soviet dan Amerika Serikat meluncurkan beberapa wahana antarplanet yang seharusnya terbang ke Mars dan mengambil foto, pengukuran, dan analisisnya. Namun sebagian besar misi tersebut berakhir dengan kegagalan karena berbagai masalah teknis seperti kerusakan, kehilangan komunikasi, penyimpangan dari jalur, dll.

Misalnya, dari 10 stasiun antarplanet Soviet yang diluncurkan antara tahun 1960 dan 1964, hanya satu, Mars-1, yang mampu memasuki jalur penerbangan ke Mars, namun kehilangan kontak dengan Bumi pada jarak 106 juta kilometer dari planet tersebut.

Dari 7 wahana antarplanet Amerika yang diluncurkan antara tahun 1964 dan 1969, hanya dua, Mariner 4 dan Mariner 6, yang mampu mencapai Mars dan mengambil gambarnya, namun kualitasnya buruk dan tidak memberikan banyak informasi tentang planet tersebut.

Stasiun antarplanet Amerika Mariner 4

Stasiun antarplanet Amerika Mariner 4 | wikipedia.org

 

Misi pertama yang berhasil ke Mars

Misi pertama yang berhasil ke Mars adalah stasiun antarplanet Amerika Mariner 7, diluncurkan pada 27 Maret 1969 dan mencapai Mars pada 5 Agustus 1969. Dia mengambil 126 gambar permukaan Mars, yang menunjukkan kawah, punggung bukit, lembah, dan tutup kutub. Suhu, tekanan, kepadatan dan komposisi atmosfer Mars juga diukur, dan keberadaan uap air dan karbon dioksida di dalamnya ditemukan.

Misi ini menentukan massa, radius dan gravitasi Mars, serta medan magnet dan emisi radionya. Datanya membantu memperjelas pengetahuan tentang Mars dan membantah beberapa mitos dan fantasi tentang planet ini. Misalnya, ia menunjukkan bahwa tidak ada kanal, laut, tumbuh-tumbuhan, atau makhluk hidup di Mars, melainkan hanya gurun yang kering, dingin, dan tak bernyawa. Hal ini juga menunjukkan bahwa Mars tidak seperti Bumi, melainkan seperti Bulan, karena memiliki banyak kawah meteorit dan tidak memiliki medan magnet global.

Misi Mariner 7 merupakan langkah besar dalam eksplorasi Mars dan membuka jalan bagi misi yang lebih kompleks dan maju di masa depan.

Stasiun antarplanet Amerika Mariner 7

Stasiun antarplanet Amerika Mariner 7 | wikipedia.org

 

Eksplorasi Mars menggunakan stasiun antarplanet otomatis

Tahun 1970-an membuka era baru dalam eksplorasi Mars, dengan peluncuran wahana antarplanet otomatis pertama yang tidak hanya terbang melewati Mars, tetapi juga memasuki orbitnya dan mendarat di permukaannya. Stasiun-stasiun ini memungkinkan untuk memperoleh gambar Mars yang lebih detail dan berkualitas tinggi, serta melakukan berbagai eksperimen dan penelitian ilmiah.

Di antara stasiun-stasiun tersebut adalah Soviet Mars-2, Mars-3, Mars-5, Mars-6 dan Mars-7, American Mariner 9, Viking 1, Viking 2, dll. Mereka membuat banyak penemuan dan pencapaian, yang akan kita bahas Nanti.

 

Stasiun Soviet Mars-2 dan Mars-3

Mars 2 dan Mars 3 menjadi stasiun pertama yang mencapai orbit Mars pada tahun 1971. Mereka mengambil lebih dari 60 gambar permukaan Mars, yang menunjukkan topografi, geologi, iklim, dan atmosfernya. Mereka juga meluncurkan wahana pendarat yang menjadi objek pertama yang mencapai permukaan Mars.

Namun, Mars 2 kehilangan kontak saat mendarat dan jatuh, dan Mars 3 hanya menghabiskan waktu 20 detik di permukaan Mars sebelum kehilangan kontak. Mereka tidak dapat mengirimkan data apa pun dari permukaan Mars, kecuali satu gambar kabur.

Stasiun antarplanet otomatis Soviet Mars-3

Stasiun antarplanet otomatis Soviet Mars-3 | wikimedia.org

 

Stasiun antarplanet otomatis Amerika Mariner 9

Mariner 9 menjadi wahana Amerika pertama yang mencapai orbit Mars pada tahun 1971. Dia mengambil lebih dari 7000 gambar permukaan Mars, yang menunjukkan keragaman dan kompleksitasnya.

Gambar-gambarnya menunjukkan formasi vulkanik besar (seperti Olympus Mons, gunung berapi terbesar yang ditemukan di tata surya) dan ngarai (termasuk Valles Marineris, sistem ngarai raksasa yang panjangnya lebih dari 4000 kilometer, dinamai berdasarkan pencapaian ilmiah stasiun antarplanet ini). Gambar-gambar tersebut juga menunjukkan dasar sungai yang mengering, kawah, tanda-tanda erosi angin dan air serta perpindahan lapisan, cuaca, kabut, dan banyak lagi detail menarik lainnya.

Mariner 9 juga mempelajari atmosfer Mars, komposisinya, suhu, tekanan, awan, badai debu, dll. Ditemukan bahwa Mars memiliki dua jenis tutup kutub: permanen, terdiri dari es kering, dan musiman, terdiri dari es air dan salju.

Stasiun antarplanet otomatis Amerika Mariner 9

Stasiun antarplanet otomatis Amerika Mariner 9 | wikimedia.org

 

Program viking

Program luar angkasa ini mencakup peluncuran dua pesawat luar angkasa Amerika yang identik, Viking 1 dan Viking 2. Mereka menjadi stasiun luar angkasa paling sukses dan canggih, mencapai orbit dan permukaan Mars pada tahun 1976. Mereka mengambil lebih dari 50.000 gambar permukaan Mars, yang menunjukkan detail pola dan warnanya. Mereka adalah orang pertama yang mengirimkan foto berwarna berkualitas tinggi dari permukaan Mars. Mereka memperlihatkan kawasan gurun dengan tanah berwarna kemerahan yang dipenuhi bebatuan. Langit berwarna merah muda karena cahaya yang dihamburkan oleh partikel debu merah di atmosfer.

Viking 1 dan Viking 2 juga meluncurkan wahana pendarat, yang menjadi objek pertama yang berhasil mendarat di permukaan Mars dan beroperasi di sana selama beberapa tahun. Mereka mengirimkan lebih dari 1400 gambar dari permukaan Mars yang menunjukkan lanskap, vegetasi, cuaca, dan banyak lagi.

Perangkat ini melakukan beberapa eksperimen ilmiah, termasuk pencarian kehidupan di Mars. Mereka mengukur kandungan kimia tanah, udara dan air di Mars, dan juga mendeteksi keberadaan molekul organik, namun tidak dapat menemukan tanda-tanda organisme hidup. Aktivitas seismik, medan magnet, radiasi, dll dipelajari.

Viking 1 dan Viking 2 memperluas pengetahuan tentang Mars dan mendorong eksplorasi lebih lanjut di planet ini.

Astronom Amerika Carl Sagan pada model pendarat Viking

Astronom Amerika Carl Sagan pada model pendarat Viking | wikimedia.org

 

Eksplorasi Mars pada abad ke-21

Eksplorasi Mars menggunakan rover

Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, penjelajahan Mars mencapai tingkatan baru ketika kendaraan penjelajah pertama diluncurkan, yang dapat bergerak di permukaan Mars dan menjelajahi berbagai tempat dan objek. Penjelajah ini dilengkapi dengan berbagai instrumen ilmiah seperti kamera, spektrometer, laser, bor, mikroskop, dll. Mereka juga dapat berkomunikasi dengan Bumi dan mengirimkan data serta gambarnya.

Di antara penjelajah tersebut adalah American Spirit, Opportunity, Curiosity, Perseverance, dll. Mereka membuat banyak penemuan dan pencapaian, yang akan kita bahas secara singkat sekarang.

 

Mars menjelajahi Semangat dan Peluang

Spirit and Opportunity menjadi penjelajah Amerika pertama yang mencapai permukaan Mars pada tahun 2004. Mereka mendarat di berbagai tempat di Mars dan menjelajahinya selama beberapa tahun. Mereka mengambil lebih dari 300.000 gambar permukaan Mars, yang menunjukkan lanskapnya yang beragam.

Para penjelajah menemukan jejak air, mineral, meteorit, aktivitas gunung berapi, dll di Mars.Mereka mempelajari iklim, cuaca, medan magnet, dan radiasi di Mars. Mereka juga mengumpulkan dan menganalisis sampel tanah dan batuan di Mars, serta melakukan beberapa eksperimen ilmiah.

Spirit dan Opportunity adalah model penjelajah Mars yang sama. Mereka bertahan lebih lama dari yang direncanakan, berkat angin alami di Mars yang membersihkan panel surya. Penjelajah ini meningkatkan pengetahuan tentang Mars secara signifikan dan menjadi penjelajah yang berumur paling lama dan tersukses dalam sejarah.

Pada tanggal 1 Mei 2009, penjelajah Spirit terjebak di gundukan pasir. Ini bukan situasi pertama yang terjadi pada para penjelajah, dan selama delapan bulan berikutnya, pekerjaan dilakukan untuk membebaskannya. Pada tanggal 26 Januari 2010, NASA mengumumkan bahwa pelepasan penjelajah terhambat oleh lokasinya di tanah lunak. Hingga 22 Maret 2010, penjelajah terus digunakan sebagai platform stasioner, setelah itu komunikasi dengannya terhenti. Pada tanggal 24 Mei 2011, NASA mengumumkan bahwa upaya untuk memulihkan kontak dengan penjelajah tersebut telah gagal dan tetap diam. Upacara perpisahan penjelajah Spirit berlangsung di markas NASA dan disiarkan di NASA TV. Spirit bekerja di Mars selama 6 tahun 2 bulan, 21,6 kali lebih lama dari yang direncanakan.

Penjelajah Opportunity menempuh perjalanan lebih dari 45 kilometer selama berada di Mars, selama ini hanya menerima energi dari panel surya. Pada 12 Juni 2018, penjelajah memasuki mode tidur karena badai debu yang panjang dan kuat yang menghalangi cahaya mencapai panel surya. Sejak itu dia tidak berhubungan lagi. Pada 13 Februari 2019, NASA secara resmi mengumumkan berakhirnya misi penjelajah tersebut. Opportunity beroperasi di Mars selama 14 tahun 8 bulan, melebihi umur layanan yang direncanakan sebanyak 55 kali lipat.

Semangat atau Peluang penjelajah Mars

Semangat atau Peluang penjelajah Mars | wikimedia.org

 

Penjelajah rasa ingin tahu

Curiosity menjadi penjelajah Amerika terbesar dan tersulit yang mencapai permukaan Mars pada tahun 2012. Dia mendarat di Kawah Gale dan masih menjelajahinya. Dia mengambil lebih dari 500.000 gambar permukaan Mars, yang mengungkapkan detail pola dan warnanya.

Curiosity adalah laboratorium kimia otonom yang beberapa kali lebih besar dan lebih berat dari penjelajah Mars sebelumnya. Ia menemukan jejak molekul organik di Mars yang mungkin terkait dengan asal usul kehidupan. Ia juga mengukur komposisi kimia, suhu, tekanan, kelembapan, dan parameter atmosfer Mars lainnya. Ia mempelajari geologi, geokimia, mineralogi, hidrologi, dll. Penjelajah tersebut mengumpulkan dan menganalisis sampel tanah dan batuan di Mars dan juga melakukan beberapa eksperimen ilmiah.

Curiosity menjadi rover pertama yang mengambil potret diri (selfie) di Mars, sekaligus rover pertama yang merekam suara di Mars. Ia terus menjelajahi Mars dan mengirimkan data serta gambarnya ke Bumi.

Potret diri diambil dengan kamera penjelajah Curiosity

Potret diri yang diambil dengan kamera penjelajah Curiosity | wikimedia.org

Model dari semua penjelajah Mars yang sukses sebagai perbandingan: Sojourner, Spirit/Opportunity, Curiosity

Model semua penjelajah Mars yang sukses dibandingkan: Sojourner (terkecil), Spirit/Opportunity (sedang), Curiosity (terbesar) | wikimedia.org

 

Penjelajah ketekunan

Perseverance menjadi penjelajah Amerika terbaru dan tercanggih yang mencapai permukaan Mars pada tahun 2021. Dia mendarat di Kawah Jezero dan sedang menjelajahinya. Dia mengambil banyak foto permukaan Mars dan melakukan operasi pengintaian. Pada Januari 2024, penjelajah tersebut telah menempuh jarak lebih dari 40 km.

Perseverance menjadi penjelajah pertama yang membawa helikopter Ingenuity ke Mars, yang menjadi pesawat pertama yang terbang di planet lain. Ia juga menjadi penjelajah pertama yang membuat rekaman video di Mars, serta penjelajah pertama yang membuat rekaman audio angin di Mars. Ia terus menjelajahi Mars dan mengirimkan data serta gambarnya ke Bumi.

Penjelajah Perseverance di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California

Penjelajah Mars Perseverance di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California | wikimedia.org

 

Eksplorasi Mars menggunakan stasiun orbit

Pada abad ke-21, eksplorasi Mars juga dilanjutkan dengan bantuan stasiun orbit yang terbang mengelilingi Mars dan mengambil gambar, pengukuran, dan analisisnya. Stasiun-stasiun ini memungkinkan untuk memperoleh gambaran Mars secara global dan dinamis, serta menjaga komunikasi dengan penjelajah dan helikopter di permukaan planet. Di antara stasiun-stasiun tersebut adalah sebagai berikut:

  • Amerika: Mars Odyssey 2001, Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), Atmosfer Mars dan Evolusi Volatil (MAVEN);
  • Eropa: Mars Express, ExoMars Trace Gas Orbiter;
  • India: Misi Pengorbit Mars;
  • Emirat: Misi Mars Emirates;
  • Cina: Tianwen-1.

Mereka membuat banyak penemuan dan pencapaian, dan sekarang kita akan membahas secara singkat beberapa di antaranya.

 

Stasiun orbit "Mars Odyssey 2001"

Mars Odyssey 2001 menjadi stasiun orbit Amerika pertama yang mencapai orbit Mars pada tahun 2001. Dia mengambil lebih dari 300.000 gambar permukaan Mars, yang menunjukkan topografi, mineralogi, inersia termal, dan banyak lagi.

Stasiun tersebut menemukan jejak air, es, hidroksil, dan hidrogen peroksida di Mars. Dia juga mengukur radiasi, medan magnet, dan plasma di Mars.

Mars Odyssey 2001 terus mengorbit Mars dan mengirimkan data dan gambarnya ke Bumi. Diperkirakan memiliki bahan bakar yang cukup untuk beroperasi hingga akhir tahun 2025.

Stasiun orbit Mars Odyssey 2001

Stasiun orbit "Mars Odyssey 2001" | wikimedia.org

 

Stasiun orbit "Mars Reconnaissance Orbiter"

Mars Reconnaissance Orbiter menjadi pengorbit Amerika yang paling kuat dan canggih yang mencapai orbit Mars pada tahun 2006. Dia mengambil lebih dari 50 juta gambar permukaan Mars, yang menunjukkan gambaran detailnya. Pengorbit ini berisi berbagai instrumen ilmiah seperti kamera, spektrometer, radar, yang digunakan untuk menganalisis medan, stratigrafi, mineral, dan es di Mars.

Penelitian tentang cuaca dan permukaan Mars, pencarian kemungkinan lokasi pendaratan, dan sistem telekomunikasi baru stasiun tersebut membuka jalan bagi pesawat ruang angkasa masa depan.

Sistem telekomunikasi Mars Reconnaissance Orbiter mengirimkan lebih banyak data ke Bumi daripada gabungan semua wahana antarplanet sebelumnya dan dapat berfungsi sebagai relai orbital yang kuat untuk program penelitian lainnya.

Pengorbit Pengintai Mars (MRO)

Stasiun orbit "Mars Reconnaissance Orbiter" | wikimedia.org

 

Stasiun orbit "Mars Express"

Mars Express menjadi stasiun orbit Eropa pertama yang mencapai orbit Mars pada tahun 2003. Dia mengambil lebih dari 10 juta foto permukaan Mars, yang menunjukkan topografi, geologi, mineralogi, dll.

Dengan bantuannya, untuk pertama kalinya, peta kandungan dan distribusi uap air dan ozon di atmosfer diukur secara bersamaan. Cahaya malam nitrogen monoksida, yang dikenal di Venus tetapi belum pernah diamati sebelumnya di Mars, telah terdeteksi. Partikel aerosol kecil telah ditemukan yang memenuhi atmosfer planet hingga ketinggian 70–100 km. Es air pertama kali ditemukan di kutub selatan pada akhir musim panas Mars.

Mars Express menemukan metana di atmosfer Mars, yang mungkin mengindikasikan adanya kehidupan di planet ini (metana tidak dapat bertahan lama di atmosfer Mars, oleh karena itu, cadangannya terisi kembali baik sebagai akibat dari aktivitas mikroorganisme atau sebagai akibat dari aktivitas mikroorganisme atau sebagai akibat dari aktivitas mikroorganisme. akibat aktivitas geologi).

Stasiun orbit telah menemukan awan tebal es kering yang membayangi permukaan planet dan bahkan mempengaruhi iklimnya.

Stasiun orbit Mars Express selama pengujian di Bumi

Stasiun orbit "Mars Express" selama pengujian di Bumi | flickr.com

Stasiun orbit Mars Express di luar angkasa

Stasiun orbit "Mars Express" di luar angkasa | wikipedia.org

 

Prospek eksplorasi Mars

Eksplorasi Mars adalah tugas jangka panjang dan berskala besar yang membutuhkan upaya, sumber daya, dan teknologi besar. Eksplorasi Mars tidak hanya melibatkan pengiriman manusia ke Mars, tetapi juga penciptaan pangkalan permanen, koloni, dan peradaban di planet ini. Eksplorasi Mars memiliki motif yang berbeda-beda, seperti ilmiah, ekonomi, politik, budaya, dll. Eksplorasi Mars juga menghadapi berbagai permasalahan dan risiko, seperti teknis, finansial, hukum, dll.

Saat ini, eksplorasi Mars menjadi salah satu tujuan dan sasaran utama banyak negara dan organisasi yang mengembangkan dan melaksanakan berbagai rencana dan proyek yang bertujuan untuk mencapai tujuan tersebut. Di antara rencana dan proyek tersebut, berikut ini adalah yang paling ambisius.

 

NASA

NASA merupakan badan antariksa Amerika yang memiliki sejarah panjang dalam eksplorasi dan penjelajahan Mars. NASA telah meluncurkan banyak pesawat luar angkasa, penjelajah, dan helikopter ke Mars, yang telah menghasilkan banyak penemuan dan pencapaian. NASA juga sedang mengembangkan dan mempersiapkan misi baru ke Mars, yang bertujuan untuk mempelajari planet ini lebih lanjut, serta mempersiapkan pengiriman manusia pertama ke Mars.

NASA berencana mengirim astronot pertama ke Mars pada tahun 2030-an, serta mendirikan pangkalan permanen di Mars yang akan berfungsi sebagai batu loncatan untuk eksplorasi planet lebih lanjut. NASA juga berkolaborasi dengan negara dan organisasi lain, seperti Badan Antariksa Eropa (ESA), Badan Antariksa Kanada (CSA), Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) dan lainnya, sebagai bagian dari kerja sama internasional dalam eksplorasi dan pengembangan Mars.

 

SpaceX

SpaceX merupakan perusahaan luar angkasa swasta Amerika yang memiliki ambisi dan rencana besar untuk menjelajahi Mars. SpaceX merancang dan membuat roket, pesawat ruang angkasa, dan satelitnya sendiri yang dapat membawa manusia dan kargo ke Mars dan kembali ke Bumi.

SpaceX sedang mengembangkan dan menguji sistem roket super berat Starship, yang seharusnya menjadi kendaraan utama untuk eksplorasi Mars. SpaceX berencana mengirimkan misi tak berawak pertama ke Mars pada tahun 2024, dan misi berawak pertama ke Mars pada tahun 2026. Perusahaan juga berencana untuk membuat koloni besar di Mars, yang akan memiliki jutaan penduduk dan akan mandiri dari Bumi.

SpaceX berkolaborasi dengan NASA dan organisasi lain seperti Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Australian Space Agency (ASA) dalam kolaborasi komersial dan ilmiah untuk mengeksplorasi dan mengembangkan Mars.